DEPOK, DELOREAN – Ajang tahunan Jurnalistik Expo Day (Journey) 2025 telah sukses diselenggarakan. Acara tersebut memamerkan berbagai karya dan inovasi mahasiswa. Kendati begitu, persiapan penyelenggaraannya tergolong sangat singkat dan menghadapi serangkaian tantangan internal. Dua di antaranya termasuk miskomunikasi dan perombakan struktur panitia mendekati hari-H.
Expo Day tahun ini menampilkan format yang berbeda dan lebih kompleks dibandingkan tahun sebelumnya. Kegiatan ini menggabungkan tiga sub-acara utama—Kuliah Umum (Kulum), Project Based Learning (PBL), dan Kewirausahaan—yang masing-masing melibatkan panitia dan rangkaian acara yang berbeda.
Persiapan Singkat dan Miskomunikasi Panitia
Kay, salah satu panitia dari Penerbitan semester 3 yang bertanggung jawab untuk Kuliah Umum Jurnalistik, mengungkapkan bahwa persiapan acara terasa sangat terburu-buru. Proses pembentukan panitia memakan waktu hampir satu bulan. Namun, kepastian dan penetapan panitia yang fix hanya didapatkan dalam kurun waktu sekitar dua minggu sebelum acara.
Miskomunikasi menjadi hambatan signifikan yang terjadi antara panitia dari semester 3, semester 5, dan juga pihak dosen. Kompleksitas pembagian panitia dan divisi semakin meningkat karena adanya tiga sub-acara.
Tantangan ini memuncak ketika satu minggu menjelang acara (H-1 minggu), panitia harus melakukan efisiensi panitia atau perombakan total. Terjadi perbedaan pandangan, di mana panitia semester 3 menganggap perlu adanya efisiensi, sementara dosen justru mengindikasikan adanya kekurangan panitia, yang memaksa mereka untuk ‘menarik-narik’ orang baru.
Selain itu, Kay menyebutkan bahwa awalnya panitia semester 3 mengira acara mereka akan dipisah dengan acara semester 5. Namun, dosen tidak mengkonfirmasi rencana penggabungan tersebut kepada mereka, melainkan hanya kepada panitia semester 5.
Setelah efisiensi dilakukan, panitia segera membentuk divisi-divisi baru dan langsung bekerja cepat (kerja cepat) untuk mempersiapkan segala kebutuhan, termasuk pameran karya semester 3 dan 5, interactive boot, dan sponsor.
Pameran dan Esensi Jurnalisme
Jurnalistik Expo Day (Journey) 2025 menjadi ajang baru bagi mahasiswa untuk melangkah ke acara yang lebih besar dan belajar mengelola tiga sub-acara sekaligus. Pameran yang ditampilkan mencakup karya dari semester 5, yaitu PBL dan Kewirausahaan yang memiliki fokus digital.
Sementara itu, mahasiswa semester 3 memamerkan hasil karya fotografi, majalah portofolio, dan tugas dari mata kuliah Penulisan Berita. Acara ini juga dilengkapi dengan interactive boot dari Lab Media TGP, yang memungkinkan pengunjung mencoba langsung menjadi news anchor, berpartisipasi dalam podcast, dan mendalami fotografi.
Dari sudut pandang peserta, Zaresa Apriliani, mahasiswi dari Penerbitan semester 1 angkatan 2025, merasa acara ini perfect dan tidak melihat adanya kekurangan sedikit pun dari panitia. Zaresa yang hadir karena dorongan wali kelas (diwajibkan) menyatakan telah mendapat banyak ilmu dari narasumber-narasumber hebat yang dihadirkan. Ia secara pribadi merasa terkesan dengan kebersihan, penataan pameran, serta adanya uji coba untuk menjadi news anchor dan podcast.
Dalam konteks prinsip jurnalisme yang dibahas dalam acara tersebut, ditekankan bahwa dasar dari pertek (teknik dan praktik) adalah literasi jurnalisme. Esensi jurnalisme terletak pada kegiatan verifikasi, klarifikasi, dan konfirmasi. Fakta ditekankan sebagai sesuatu yang suci dan tidak boleh dinodai.
Penting bagi seorang jurnalis untuk tidak percaya begitu saja, bahkan jika pernyataan datang dari seorang Direktur, dan harus melalui tahap verifikasi. Dalam lingkungan akademik, standar pemeriksaan berita adalah triple check (cek tiga kali), karena dua kali cek dianggap tidak cukup. Hal ini kontras dengan praktik di industri media yang mungkin hanya membutuhkan dua kali cek. Narasumber juga mengingatkan bahwa kecepatan dalam pemberitaan seringkali mengorbankan akurasi dan menghasilkan berita bohong atau hoax.
Harapan ke Depan
Kay berharap agar Jurnalistik Expo Day tahun depan dapat berjalan lebih baik, dengan persiapan yang lebih matang dan tidak lagi terburu-buru, mengingat pengalaman dan pembelajaran dari masalah yang terjadi tahun ini. Diharapkan juga adanya peningkatan dalam jumlah pameran, pengumpulan karya, dan penambahan boot-boot interaktif yang membuat acara semakin menarik. Daffa Aulia Ahmad
Berita di atas dibuat menggunakan NotebookLM
Setelah mendapatkan tulisan, saya mencoba berbagai macam prompt untuk mendapatkan hasil terbaik
Setelah tulisan muncul, proses penulisan berlanjut ke tahap pengeditan. Didapati karya jurnalistik dengan kandungan fakta yang benar dan terpecaya.