GENRE : Drama
ACTORS : Cillian Murphy, Tracey Ullman, Jay Lycurgo, Little Simz, Emily Watson, Roger Allam
DIRECTOR : Tim Mielants
RELEASE DATE : 19 September 2025 (Bioskop Terbatas), 3 Oktober 2025 (Netflix Global)
RATING : 3/5
Kepala sekolah stress, problematik dan penuh semangat. Bayangkan jika peran tersebut dilakoni Cillian Murphy! Bintang Oscar tersebut kembali membuktikan kegigihan aktingnya melalui film Steve (2025).
Film tersebut menandai kolaborasi kedua Cillian Murphy dengan sutradara Tim Mielants setelah Small Things Like These. Steve (2025) menghadirkan sebuah drama intens yang chaos tentang sebuah sekolah reformasi bagi remaja laki-laki nakal.
1. Oscar Worthy dari Murphy
Tak bisa disangkal, penampilan Cillian Murphy sangat intens dan penuh nuansa. Steve digambarkan sebagai seorang kepala sekolah yang stres, bermasalah, namun passionately committed. Steve berusaha menjaga ketertiban di tengah chaos permanen yang penuh dengan perkelahian, sambil berjuang dengan masalah alkohol dan penyalahgunaan zat rahasianya sendiri.
Setelah keberhasilannya melalui Oppenheimer (2023), debut Murphy kali ini sedikit kontras. Cillian Murphy raih Best Actor pada Oscard Awards di tahun 2024. Melalui sosoknya sebagai pencipta bom atom (J. Robert Oppenheimer), ia berhasil menawarkan potret kegelisahan seorang fisikiawan. Namun, apakah hal tersebut berlaku pada pembawaan gelisah dan gementar karakter Steve?
2. Narasi yang Kurang Konsisten
Film dengan cerdik memposisikan Steve dan Shy (Jay Lycurgo) sebagai dua sisi dari koin yang sama. Meski judul film berpindah dari buku ke film, hubungan antara guru dan murid ini tetap menjadi inti cerita . Steve melihat dirinya sendiri dalam diri Shy, dan keduanya sama-sama terjebak antara masa lalu dan masa depan yang tidak pasti.
Sebagian film ini disajikan dengan gaya mockumentary. Pengambilan gambar ala shaky cam oleh Robrecht Heyvaert menambah kesan realisme dan chaos. Selain itu, film dibalut cerita dokumenter dengan mewawancarai penghuni sekolah. Namun, pilihan kreatif tersebut juga menjadi bahan kritik. Hal tersebut dianggap kurang konsisten dan terasa performative, terutama ketika film beralih ke narasi tradisional di babak ketiga.
Film ini penuh dengan energi chaos dan menantang (death-metal) dari rasa sakit emosional. Potongan humor gelap yang aneh juga terselipkan di tiap scene. Adegan perkelahian, ungkapan toxic, dan tingkah laku problematik para remaja digambarkan tanpa sensor. Hal tersebut menciptakan atmosfer yang tegang dan kadang tidak nyaman. Namun, diperlukan untuk keotentikan cerita
3. Kesimpulan
Steve adalah film yang kuat secara emosional dan melelahkan. Beberapa kritikus mencatat bahwa film ini terkadang terlalu melodramatis. Penokohan para staf pendukung, seperti yang diperankan Tracey Ullman dan Emily Watson, dianggap kurang mendapat development char yang memadai . Selain itu, alur cerita yang penuh dengan krisis yang menimpa sang protagonis dalam satu hari dinilai bisa merusak kredibilitas cerita bagi sebagian penonton
Meski terdapat beberapa kekurangan dalam eksekusi naratif dan kedalaman karakter pendukung, menurut saya film ini berhasil menyajikan potret yang mengharukan dan tidak mudah dilupakan tentang perjuangan, penolakan, dan penebusan. Kalau kamu suka drama karakter yang kuat dan bisa mengapresiasi akting yang intens, namun siap untuk pengalaman yang lebih keras dan kacau, "Steve" adalah tontonan yang wajib!
Oleh: Daffa Aulia Ahmad